Perhatikan penggalan puisi berikut! Sajak putih Karya : Chairil Anwar Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah?

Perhatikan penggalan puisi berikut! Sajak putih Karya : Chairil Anwar Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah gambaran hati seoarang pemuda yang sedang senang

Sandiaga Uno memulai usahanya . . . menjadi seseorang penggangguran . . . perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Ia banting setir, bangkit dari nol, menjadi awal kariernya menjadi seorang pengusaha.Konjungsi yang tepat untuk melengkapi penggalan biografi tersebut adalah?

Sandiaga Uno memulai usahanya . . . menjadi seseorang penggangguran . . . perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut. Ia banting setir, bangkit dari nol, menjadi awal kariernya menjadi seorang pengusaha.Konjungsi yang tepat untuk melengkapi penggalan biografi tersebut adalah setelah, ketika

Perhatikan contoh pendapat/argument dalam kutipan debat berikut ini. “Menurut saya tawuran antarpelajar terjadi tidak saja karena karakter anak-anak yang cenderung brutal. Lebih dari itu, tawuran terjadi karena anak-anak mendapat teladan yang kurang baik dari pada pemimpin bangsa yang sibuk saling berebut kekuasaan dan saling menghujat. Televise dan internet pun dengan bebas menyajikan berbagai aksi brutal yang membuat anak-anak tergoda untuk meniru”. Dalam kutipan teks di atas argument(mosi) yang disampaikan oleh pembicara adalah?

Perhatikan contoh pendapat/argument dalam kutipan debat berikut ini. “Menurut saya tawuran antarpelajar terjadi tidak saja karena karakter anak-anak yang cenderung brutal. Lebih dari itu, tawuran terjadi karena anak-anak mendapat teladan yang kurang baik dari pada pemimpin bangsa yang sibuk saling berebut kekuasaan dan saling menghujat. Televise dan internet pun dengan bebas menyajikan berbagai aksi brutal yang membuat anak-anak tergoda untuk meniru”. Dalam kutipan teks di atas argument(mosi) yang disampaikan oleh pembicara adalah tawuran antar pelajar terjadi tidak saja karena karakter anak-anak yang cenderung brutal.